Kebisingan dapat mengganggu kesehatan organ jantung
Suara klakson kendaraan yang terus menerus salah satu penyebab gangguan pendengaran (sumber gambar:merdeka.com)

Kebisingan dapat mengganggu kesehatan organ jantung

Jumat, 23 Desember 2016 - 10:33:56 WIB
0 | Kategori: Info Kesehatan |Dibaca: 447

Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara,

Kemungkinan anda pernah merasa kesal serta terganggu sekali ketika mendengar suara klakson mobil yang berbunyi secara terus menerus. Ditambah lagi dengan suara sirine mobil ambulans atau mobil polisi yang sangat tidak nyaman di telinga.

Rasa tidak nyaman yang disebabkan oleh suara-suara bising seperti ini sebaiknya perlu untuk diwaspadai karena dapat menimbulkan berbagai gangguan kesehatan, terutama pada organ jantung. Bahkan ada sebuah penelitian yang menyebutkan bahwa suara-suara bising termasuk dalam kategori polusi suara dan disinyalir bahwa suara-suara bising tersebut dapat memacu detak jantung menjadi lebih cepat.

Seorang peneliti bernama Hugh W Davies mengataklan bahwa, suara-suara bising dapat menjadi sebuah stressor atau penyebab dari stress yang sangat kuat sekali. Suara-suara seperti suara sirine, suara kereta api yang sedang mengerem maupun suara klakson akan memicu respon yang berbeda dalam tubuh. Dan orang-orang yang hidup dalam perkotaan dekat dengan suara-suara seperti itu kemungkinan besar akan mengalami peningkatan resiko terserang jan tung koroner sampai 49%.

suara bising

suara bising

 

Dalam sebuah studi yang lain, suara-suara bising seperti klakson maupun sirine mobil dapat menyebabkan terjadinya lonjakan denyut jantung. Selain itu, suara-suara bising seperti itu juga akan membuat orang-orang sulit untuk tidur nyenyak. Maka dari itu, ada baiknya untuk selalu menjaga suasana kamar tetap hening agar kita bisa tidur nyenyak. Salah satu caranya adalah mematikan televisi maupun mematikan sumber-sumber suara lainnya.

Selain dapat membuat detak jantung semakin cepat, suara-suara bising dapat berpengaruh pada proses berpikir pada seseorang. Menurut sebuah penelitian di University of Oregon, suara-suara bising dapat mengganggu kemampuan seseorang dalam menangkap isyarat, seperti ketika melihat temannya sedang dalam keadaan bad mood. Dan suara-suara bising juga mampu mengganggu memori seseorang.

Hal –hal seperti ini disebabkan oleh karena orang yang mendengar maupun menangkap informasi dalam keadaan lingkungan yang hening akan cenderung lebih fokus dan lebih mudah untuk mengingat.

Penelitian di China juga menunjukkan bawa suara-suara bising yang membuat telinga menjadi pekak seperti suara derit pada furniturjuga dapat menggangu konsentrasi seseorang.

Sumber suara-suara bising lain yang dapat memecah konsentrasi sehingga membuat kita sulit untuk fokus, adalah suara pesawat terbang. Suara bising pesawat terbang juga bisa membuat seseorang menjadi gusar serta gelisah.

Namun, ada sebuah penelitian yang dilakukan di University of Illinois menemukan bahwa suara yang agak bising juga dapat meningkatkan kreativitas seseorang hingga mencapai 35% serta membuat wawasan orang tersebut semakin luas. Justru suara-suara yang terlalu lembut dapat menghambat pengolahan kemampuan organ otak.

Bukan hanya suara-suara bising kelas berat saja yang bisa mempengaruhi organ jantung, suara bising level rendah seperti bunyi ringtone dari telepon genggam, juga bisa mempengaruhi fungsi dari organ jantung dalam jangka pendek bila terjadi setiap hari. Detak jantung seseorang cenderung mengalami peningkatan ketika terpapar suara-suara bising.

Ada sebuah penelitian yang diikuti oleh 110 reponden yang terdari dari orang-orang dewasa dan dibekali dengan alat monitor jantung portabel. Para peneliti menemukan bahwa detak jantung seseorang cenderung meningkat ketika mendengar suara bising. Jangankan suara bising yang terdengar keras, suara bising yang pelan saja juga bisa meningkatkan detak jantung.

 

organ jantung

organ jantung

 

Semakin besar perubahan detak jantung seseorang berdasarkan intervalnya, maka semakin baik juga detak jantungnya. Ketika seseorang merasa tenang dan nyaman, biasanya jarak antar detak jantung lebih pendek saat mereka menarik napa sedangkan ketika menghembuskan nafas detak jantung menjadi lebih lama. Namun, ketika seseorang sedang mengalami stres, ritme detak jantung yang normal tersebut langsung berubah.

Beberapa penelitian yang dilakukan sebelumnya juga telah menemukan bahwa semakin kecil perubahan detak jantung seseorang akan berimbas pada peningkatan resiko terserang penyakit jantung. Namun, para peneliti mengatakan bahwa anda tidak perlu repot-repot menutupi telinga anda hanya untuk menghindari suara-suara bising.

Seorang peneliti yang bernama Charlotta Eriksson menyatakan bahwa dampak dari kebisingan yang dialami setiap hari terhadap kesehatan jantungnya bisa saja rendah. Sebab hampir semua manusia memiliki kemungkinan besar terpapar oleh kebisingan setiap hari. Namun, meskipun efeknya kecil terhadap kesehatan organ jantung, hal seperti ini menjadi sengat penting untuk kita waspadai bersama.

Sumber: http://necturajuice.com

 



0 Komentar


Komentar


Komentar via facebook


Copyright © 2019. Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara | Online: 2 | Hits: 28 / 219816