Mengenal Penyakit Campak
Gejala Klinis Campak

Mengenal Penyakit Campak

Rabu, 05 Juli 2017 - 08:42:38 WIB
0 | Kategori: Info Kesehatan |Dibaca: 1044

Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara,

Campak adalah penyakit sangat menular yang menyebabkan morbiditas dan mortalitas anak-anak yang tinggi di dun ia. Penyakit campak dikenal juga sebagai Morbili atau Measles, merupakan penyakit yang sangat menular (infeksius) yang disebabkan oleh virus. Virus penyakit campak menyebar melalui batuk dan bersin, kontak erat atau kontak langsung dengan penderita, serta tetap aktif dan menular di udara atau di permukaan yang terinfeksi sampai 2 jam.Sembilan puluh persen  90% anak yang tidak kebal akan terserang penyakit campak. Manusia diperkirakan satu-satunya reservoir, walaupun monyet dapat terinfeksi tetapi tidak berperan dalam penyebaran.

Definisi Operasional

  • Kasus Campak Klinis:

Kasus dengan gejala klinis: demam dan bercak merah makulopapular dan batuk/pilek atau mata merah (conjunctivitis) yang tidak dilakukan pemeriksaan laboratorium dan tidak mempunyai hubungan epidemiologi dengan kasus pasti secara laboratorium

  • Kasus campak pasti secara laboratorium:

Kasus campak klinis yang telah dilakukan konfirmasi laboratorium dengan hasil positif terinfeksi virus campak (IgM campak positif) dan tidak ada riwayat imunisasi campak pada 4-6 minggu terakhir sebelum muncul rash

  • Kasus campak pasti secara epidemiologi:

Semua kasus klinis yang mempunyai hubungan epidemiologi dengan kasus yang pasti secara laboratorium atau dengan kasus pasti secara epidemiologi yang lain,

  • Bukan kasus campak (discarded):

Kasus campak klinis yang setelah dilakukan pemeriksaan laboratorium hasilnya negatif

 

Penyebab

Disebabkan oleh virus RNA dari  genus  Morbillivirus,  dari keluarga Paramyxoviridae yang mudah mati karena panas dan cahaya.

 

Cara dan Masa Penularan

-          Penularan dari orang ke orang melalui  percikan ludah dan transmisi melalui udara terutama melalui batuk, bersin atau sekresi hidung.

-          Masa penularan 4 hari sebelum rash sampai 4 hari setelah timbul rash, puncak penularan pada saat gejala awal (fase prodromal), yaitu pada 1-3 hari pertama sakit.

-          Masa Inkubasi: 7 – 18 hari, rata-rata 10 hari.

 

Gejala dan tanda-tanda

-          Panas badan biasanya  > 38o C selama 3 hari atau lebih, disertai salah satu atau lebih gejala batuk,  pilek, mata merah atau mata  berair

-          Bercak kemerahan/rash yang dimulai dari belakang telinga . pada tubuh berbentuk makulo papular selama 3 hari atau lebih, beberapa hari (4-7 hari) keseluruh tubuh.

-          Khas (Patognomonis) ditemukan Koplik’s spot atau bercak putih keabuan dengan dasar merah di pipi bagian dalam (mucosa bucal)

-          Bercak kemerahan makulo papular setelah 1 minggu sampai 1 bulan  berubah menjadi kehitaman (hiperpigmentasi)  disertai  kulit bersisik. Untuk kasus yang telah menunjukkan hiperpigmentasi (kehitaman) perlu dilakukan anamnesis  dengan teliti, dan apabila pada masa  akut (permulaan sakit) terdapat gejala-gejala tersebut di atas maka kasus tersebut termasuk kasus campak klinis. 

 

Komplikasi

Sebagian besar penderita campak akan sembuh, komplikasi sering terjadi pada anak usia < 5 tahun dan penderita dewasa usia >20 tahun. Kasus campak pada penderita malnutrisi dan defisiensi Vitamin A serta immune defisiency (HIV),  komplikasi campak dapat menjadi lebih berat atau fatal.  Komplikasi yang  sering terjadi yaitu :

-   Diare                            

-   Bronchopneumonia

-   Malnutrisi

-   Otitis media

-   Kebutaan

-   Encephalitis

-   Measles encephalitis hanya 1/1000 penderita campak

-   Subacute Sclerosing Panencephalitis (SSPE), hanya 1/100.000 penderita campak

-   Ulkus mukosa mulut

 

Penyebab kematian

Kematian penderita campak  umumnya  disebabkan karena komplikasinya, seperti : Bronchopneumonia, Diare berat dan gizi buruk serta penanganan yang terlambat.

 

Diagnosa banding

-       Rubella (campak Jerman),  terdapat pembesaran  kelenjar  getah bening di belakang telinga.

-       DBD, dalam 2-3 hari  bisa terjadi mimisan, test Rumple Leede positip, perdarahan diikuti syok, laboratorium menunjukkan trombositopenia (<100.000/ml) dan serologis anti DHF-IgM positif (spesimen akut dan spesimen  penyembuhan)

-       Cacar air (varicella),  ditemukan vesikula atau gelembung berisi  cairan

-       Alergi obat, kemerahan di tubuh setelah minum obat/disuntik, disertai gatal-gatal.

-       Miliaria atau keringat buntet : Gatal-gatal, bintik kemerahan.

 

Patogenesis

Campak adalah penyakit infeksi sistemik  yang dimulai infeksi pada bagian epitel saluran pernafasan di nasopharing. Virus campak dikeluarkan dari nasopharing mulai dari masa prodromal sampai 3 -4 hari setelah rash.

 

Daerah Risiko Campak

Yang dimaksud daerah risiko tinggi penularan campak yaitu daerah yang berpotensi terjadinya KLB campak,  dapat dilihat dari :

-   Daerah dengan cakupan imunisasi rendah (< 90%) dalam 3 tahun terakhir

-   Lokasi  pemukiman yang padat dan kumuh

-   Situasi khusus seperti di tempat  pengungsian

-   Daerah rawan gizi

-   Daerah sulit dijangkau atau jauh dari pelayanan kesehatan

-   Daerah dimana kelompok masyarakatnya menolak/anti imunisasi

 

Penyakit ini sebenarnya dapat dicegah dengan pemberian vaksin campak. Berdasarkan Permenkes RI No. 12 tahun 2017 tentang penyelenggaraan imunisasi pemberian imunisasi campak sebagai imunisasi dasar diberikan pada usia 9 bulan, diikuti imunisasi lanjutan pada usia 18-24 bulan dan pada anak usia sekolah kelas 1 SD.

Sumber: Buku Petunjuk Teknis Surveilans Campak Tahun 2012, dengan perubahan seperlunya



0 Komentar


Komentar


Komentar via facebook


Copyright © 2019. Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara | Online: 7 | Hits: 484 / 282539