Medan, Rabu (8/7) – Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara menyelenggarakan Pertemuan Penguatan Sistem Informasi Kesehatan Nasional yang berlangsung pada 8–10 Juli 2026 di Hotel Le Polonia, Medan. Kegiatan ini bertujuan memperkuat kapasitas pengelolaan sistem informasi kesehatan, khususnya dalam pencatatan dan pelaporan logistik kesehatan serta pelayanan kefarmasian di tingkat kabupaten/kota.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Muhammad Rusdi Rangkuti, SKM, M.Kes (Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan Dinkes Sumut) sebagai perwakilan Kepala Dinkes Sumut, yang menegaskan bahwa data kesehatan yang berkualitas merupakan fondasi penting dalam penyelenggaraan pelayanan kesehatan yang efektif dan pengambilan kebijakan yang tepat sasaran.
Dalam sambutannya, Rusdi menyampaikan bahwa transformasi digital kesehatan menjadi salah satu prioritas pembangunan kesehatan nasional. Oleh karena itu, seluruh pemangku kepentingan di bidang kesehatan perlu memperkuat komitmen dalam menghasilkan data yang akurat, lengkap, tepat waktu, dan terintegrasi.
"Pemanfaatan sistem informasi kesehatan yang terintegrasi tidak hanya meningkatkan kualitas pelaporan, tetapi juga menjadi dasar dalam perencanaan, pengendalian program, serta pengambilan keputusan berbasis data. Kolaborasi antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten/kota menjadi kunci keberhasilan implementasi transformasi digital kesehatan," ungkapnya.
Pertemuan ini diikuti oleh 69 peserta, yang terdiri atas pengelola kefarmasian dan sistem informasi kesehatan dari Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota se-Sumatera Utara serta Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara.
Selama tiga hari pelaksanaan, peserta memperoleh penguatan materi mengenai implementasi Sistem Informasi Kesehatan Nasional, integrasi pencatatan dan pelaporan logistik kesehatan, optimalisasi tata kelola obat, serta peningkatan pelaporan pelayanan kefarmasian melalui aplikasi SIMONA. Selain itu, peserta juga mendapatkan pembaruan mengenai pemanfaatan Platform SATUSEHAT dan Sistem Monitoring Imunisasi dan Logistik secara Elektronik (SMILE) sebagai bagian dari transformasi digital sektor kesehatan.
Narasumber kegiatan berasal dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, United Nations Development Programme (UNDP), serta Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara. Melalui sesi pemaparan materi, diskusi, dan tanya jawab, peserta diharapkan mampu meningkatkan kompetensi dalam pengelolaan data kesehatan sekaligus memperkuat koordinasi lintas tingkat pemerintahan.
Kegiatan ini diharapkan menghasilkan kesamaan persepsi serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia dalam mengelola sistem informasi kesehatan. Dengan demikian, kualitas data kesehatan di Sumatera Utara semakin baik dan mampu mendukung penyusunan kebijakan yang efektif, efisien, serta berorientasi pada peningkatan mutu pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
Pertemuan ini merupakan bagian dari upaya Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara dalam mendukung implementasi transformasi sistem kesehatan nasional, khususnya pada pilar transformasi digital kesehatan. Melalui penguatan tata kelola data dan sistem informasi yang terintegrasi, diharapkan pelayanan kesehatan di Sumatera Utara menjadi semakin responsif, transparan, dan berbasis bukti (evidence-based policy).
