Medan, Selasa (12/5) — Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara menggelar kegiatan Sosialisasi dan Koordinasi Program Transformasi Puskesmas Rawat Inap Plus Layanan Spesialistik Sumut Berkah, Selasa (12/5/2026), sebagai langkah percepatan penguatan pelayanan kesehatan primer di Sumatera Utara.
Kegiatan ini menjadi forum strategis yang mempertemukan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dengan pemerintah kabupaten lokus program untuk menyamakan persepsi, memperkuat koordinasi, serta membangun komitmen bersama dalam pelaksanaan transformasi layanan kesehatan di tingkat puskesmas.
Acara dihadiri oleh Asisten 1 Pemprov Sumut, Basarin Yunus Tanjung mewakili Pj Sekda Pemprov Sumut, Ir. Armand Effendy Pohan, M.Si selaku Plh Bapperida Sumut, Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara, para Sekretaris Daerah Kabupaten, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten, jajaran OPD Provinsi Sumatera Utara, serta peserta sosialisasi dan koordinasi program.
Perkuat Pelayanan Kesehatan Primer
Dalam sambutannya, Basarin menegaskan bahwa penguatan layanan kesehatan dasar merupakan fondasi penting dalam pembangunan daerah. Puskesmas dinilai sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan masyarakat sehingga harus diperkuat agar akses pelayanan menjadi lebih dekat, cepat, dan bermutu.
Program Transformasi Puskesmas Rawat Inap Plus Layanan Spesialistik Sumut Berkah dirancang untuk meningkatkan kapasitas puskesmas rawat inap terpilih agar tidak hanya melayani kesehatan dasar, tetapi juga mampu menghadirkan layanan spesialistik yang lebih terintegrasi dengan rumah sakit rujukan.
“Program ini bukan sekadar pembangunan fisik, tetapi transformasi menyeluruh yang mencakup sarana prasarana, alat kesehatan, SDM, tata kelola layanan, sistem rujukan, telemedisin, hingga jejaring pengampuan layanan spesialistik,” ujar Basarin dalam sambutannya.
Tahap Awal Dilaksanakan di 17 Kabupaten
Pada tahap awal, program akan dilaksanakan di 17 kabupaten dengan 21 puskesmas terpilih sebagai lokus pelaksanaan. Pemilihan lokus dilakukan berdasarkan kesiapan daerah dan komitmen dalam mendukung pelaksanaan program secara bertahap dan berkelanjutan.
Transformasi ini diharapkan mampu meningkatkan akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan, mengurangi hambatan rujukan, serta meningkatkan mutu pelayanan rawat inap di puskesmas.
Selain itu, program ini juga diarahkan untuk menghadirkan dokter spesialis di puskesmas melalui penguatan jejaring layanan kesehatan dan sistem pendampingan spesialistik.
Kepala Dinas Kesehatan Sumut dalam paparannya menyampaikan terdapat 8 paket layanan unggulan terstandarisasi, meliputi layanan Ibu Hamil Berisiko & USG ANC, Persalinan Normal & PONED Dasar, Gizi Klinis & Tumbuh Kembang Anak, Demam & Infeksi Akut Terpadu, Diabetes, Hipertensi & Risiko Kardiometabolik, Paru, TB & Asma, Lansia & Penyakit Kronis, hingga Gawat Darurat & Trauma Ringan.
Tekankan Kolaborasi Provinsi dan Kabupaten
Pemerintah Provinsi Sumatera Utara menekankan bahwa keberhasilan program sangat bergantung pada kolaborasi antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten.
Basarin meminta seluruh pemerintah kabupaten segera mengoordinasikan perangkat daerah terkait, menyiapkan dokumen teknis, dukungan anggaran, kesiapan SDM, serta dukungan operasional puskesmas agar program dapat berjalan optimal.
Sementara itu, Dinas Kesehatan Kabupaten diminta aktif melakukan pembinaan kepada puskesmas lokus, memvalidasi data kebutuhan, serta memastikan program benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat di daerah.
Bangun Pelayanan Kesehatan yang Lebih Dekat dan Bermutu
Melalui kegiatan sosialisasi dan koordinasi ini, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara berharap terbangun komunikasi yang efektif antara pemerintah provinsi dan kabupaten sehingga setiap hambatan dapat diidentifikasi dan diselesaikan bersama.
Program Transformasi Puskesmas Rawat Inap Plus Layanan Spesialistik Sumut Berkah diharapkan menjadi langkah nyata dalam memperkuat pelayanan kesehatan primer serta menghadirkan layanan kesehatan yang lebih merata, berkualitas, dan mudah diakses masyarakat Sumatera Utara.
