Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara mengadakan pertemuan Monitoring dan Evaluasi Program Tuberkulosis Tahun 2023 pada tanggal 22 – 24 November 2023 di Lee Polonia Hotel. Kegiatan ini bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan program TBC tahun 2023, mensosialisasikan rencana kerja dan kebijakan program TBC tahun 2024, mengindentifikasi permasalahan atau kendala program TBC dalam hal tatalaksana TBC sesuai standar, pemenuhan kesediaan anggaran, adanya dukungan kebijakan pemerintah daerah (Pergub/Perwal) tentang penanggulangan TBC, mengidentifikasi kendala pelaksanaan penemuan kasus infeksi laten TBC (ILTB), mengidentifikasi tantangan dalam pemberian Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT) baik dari sisi kebijakan. logistik maupun hambatan strategi komunikasi, menyusun rencana kerja provinsi dalam penemuan kasus ILTB melalui kegiatan Investigasi Kontak (IK) dan pemberian TPT tahun 2024, mengidentifikasi kendala pelaksanaan pengampuan dan pendampingan TBC RO tahun 2023, mengevaluasi pelaksanaan manajemen aset tetap dalam mendukung program penanggulangan TBC.
Kegiatan ini dihadiri oleh peserta dari 33 Dinas Kesehatan Kab/Kota yang terdiri dari Kepala Bidang P2P/Kepala Seksi P2PM, Pengelola Program Tuberkulosis (wasor), Technical officer TB (TO TB), Technical Officer Public Private Mix (TO PPM) dan District asisten finance (DAFA).
Kegiatan ini dibuka oleh Sekretaris Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara, Rusdin Pinem, SKM, M.Si. Beliau menyampaikan TBC masih menjadi masalah kesehatan masyarakat pada semua kelompok umur dan Provinsi Sumatera Utara menempati peringkat ketiga di Indonesia untuk beban TBC tertinggi setelah Jawa Barat dan Jawa Timur dengan estimasi kasus tahun 2023 sebanyak 83.949 kasus.
Beliau juga menyampaikan bahwa pertemuan ini penting dalam rangka melakukan evaluasi pelaksanaan program TBC tahun 2023 dan percepatan peningkatan capaian indikator program TBC tahun 2023 serta perencanaan pelaksanaan program TBC tahun 2024 yang mana akan berkontribusi dalam mendukung eliminasi TB di provinsi Sumatera utara tahun 2028.
Adapun materi yang disampaikan selama kegiatan ini berlangsung adalah target penemuan kasus, validasi data (data aset, data logistik, data TB), evaluasi keuangan, Capaian program TBC tahun 2023 dan rencana kerja tahun 2024, evaluasi dukungan PR Komunitas dalam percepatan pencapaian target program TBC, update sistem rujukan laboratorium dan perhitungan beban TB. Dalam pertemuan ini Dinas PMD Kab. Deli Serdang (Drs. Khairul Azman, M.AP) dan Kepala Desa Pasar Miring (Santoso, S.Sos, S.H) Kab. Deli Serdang memaparkan lesson learn penanggulangan TBC yang sudah dilakukan di wilayah kerja Deli Serdang.
Pada saat pertemuan dilakukan pemberian penghargaan kepada kabupaten yang mencapai indikator tertinggi yaitu Kabupaten Nias, kabupaten dengan pelaksanaan Investigasi kontak dan pemberian terapy pencegahan tuberkulosis terbaik yaitu Kabupaten terbaik yaitu Kabupaten Labuhan Batu Utara dan pelaksanaan tuberkulosis resisten obat terbaik yaitu Kota Medan dan diakhir pertemuan seluruh peserta pertemuan menyepakati rencana tindak lanjut yang akan difollow up di wilayah kerja masing-masing.

