Medan, Rabu (26/08) – Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution memberikan atensi penuh terhadap kondisi kesehatan seorang murid SMK Negeri 1 Berastagi yang menjadi korban keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Karo. Murid tersebut kini mendapatkan perawatan intensif di Pediatric Intensive Care Unit (PICU) UPTD RSU Haji Provinsi Sumatera Utara, Medan, setelah sempat dirujuk dari Kabanjahe karena mengalami penurunan kesadaran.
Gubernur Bobby Nasution meninjau langsung kondisi pasien di RSU Haji Medan untuk memastikan penanganan medis berjalan optimal. Ia menegaskan bahwa pemerintah provinsi berkomitmen penuh mengawal seluruh proses pengobatan hingga korban benar-benar pulih total.
Berikut adalah perkembangan terkini terkait penanganan medis pasien:
Rujukan Akibat Penurunan Kesadaran
Pasien terpaksa dirujuk dari fasilitas kesehatan di Kabanjahe ke RSU Haji Medan karena kondisinya dinilai lebih berat dibandingkan murid korban keracunan lainnya. Sebelum dipindahkan, pasien dilaporkan sempat mengalami penurunan kesadaran yang membutuhkan intervensi medis tingkat lanjut.
Gejala Nyeri Perut Kolik Hebat
Direktur RSU Haji Medan, dr. Yulinda Elvi Nasution, menjelaskan bahwa pasien mengalami keluhan nyeri perut hebat (kolik) yang datang berulang setiap setengah jam sekali. Tim medis telah memberikan suntikan analgesik tambahan untuk meredakan rasa sakit dan membuat kondisi pasien lebih tenang.
Perawatan Intensif dan Estimasi Pemulihan
Pasien tiba di RSU Haji Medan pada siang hari sekitar pukul 13.30 WIB dan langsung ditempatkan di ruang PICU. Berdasarkan estimasi tim dokter yang memantau perkembangan klinisnya secara ketat, pasien diproyeksikan membutuhkan waktu perawatan sekitar 2 hingga 3 hari ke depan untuk mencapai fase pemulihan.
Pemeriksaan Laboratorium Lanjutan
Guna memetakan dampak keracunan secara akurat, tim medis RSU Haji Medan menjadwalkan pemeriksaan laboratorium lanjutan. Hasil uji laboratorium berkala ini akan digunakan sebagai acuan utama dalam menentukan langkah terapi dan prosedur medis berikutnya.
Pemerintah Provinsi Sumatera Utara mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan memercayakan proses pemulihan para korban kepada tim dokter spesialis yang saat ini tengah bekerja maksimal di lapangan.

