Tapanuli Tengah, 1 Mar 26 – Gubernur Sumatera Utara Bobby Afif Nasution kembali melakukan kunjungan kerja untuk meninjau progres pembangunan Hunian Tetap (Huntap) sekaligus melihat langsung kondisi warga terdampak bencana yang saat ini masih menempati Hunian Sementara (Huntara) di kawasan Asrama Haji Pinangsori, Kabupaten Tapanuli Tengah.
Dalam kunjungan tersebut, Gubernur didampingi oleh Wakil Bupati Tapanuli Tengah beserta jajaran pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait. Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan pembangunan Huntap berjalan sesuai rencana sehingga warga terdampak bencana dapat segera menempati hunian yang lebih layak dan aman.
Selain meninjau progres pembangunan, Gubernur juga menaruh perhatian besar terhadap kondisi warga yang masih berada di lokasi pengungsian. Ia menyempatkan diri berdialog secara langsung dengan para pengungsi untuk mendengarkan aspirasi dan keluhan mereka, sekaligus memastikan pelayanan dasar, termasuk layanan kesehatan, dapat diakses dengan baik.
Sebagai bentuk respons cepat terhadap kebutuhan layanan kesehatan warga, Gubernur menginstruksikan pemindahan Bus Operasi Lapangan dari Desa Hutanabolon, Kecamatan Tukka, menuju kawasan Huntara di Pinangsori. Langkah ini dilakukan untuk memperkuat pelayanan kesehatan bagi para pengungsi yang masih membutuhkan pemantauan medis secara berkala.
Dalam interaksinya dengan warga, Gubernur juga menunjukkan kepedulian mendalam ketika menjumpai seorang pengungsi yang menderita Diabetes Melitus (DM) dengan kondisi luka pada bagian kaki. Menindaklanjuti hal tersebut, Gubernur langsung mengarahkan Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara untuk berkoordinasi dengan RSUD Pandan agar pasien segera dirujuk dan mendapatkan penanganan medis lanjutan pada hari yang sama.
Pemerintah Provinsi Sumatera Utara melalui Dinas Kesehatan terus berkomitmen memperkuat pelayanan kesehatan bagi masyarakat terdampak bencana dengan bersinergi bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Tapanuli Tengah. Kolaborasi ini dilakukan melalui penguatan layanan kesehatan di setiap posko pengungsian, peningkatan sistem surveilans penyakit, percepatan rehabilitasi fasilitas kesehatan, perluasan dukungan psikososial, serta menjaga kualitas sanitasi lingkungan.
Melalui berbagai upaya tersebut, diharapkan proses pemulihan bagi masyarakat terdampak bencana dapat berjalan lebih cepat sehingga warga dapat kembali menjalani kehidupan dengan lebih aman dan sehat.
