Medan, Senin (30/3) – Dalam rangka memperingati Hari Tuberkulosis (TBC) Sedunia 2026, Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara melakukan aksi nyata dengan turun langsung ke masyarakat untuk meningkatkan kesadaran terhadap bahaya penyakit TBC. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara, H.M. Faisal Hasrimy, AP., MAP, bersama jajaran.
Aksi edukasi dilakukan dengan membagikan leaflet pencegahan TBC kepada masyarakat dan pengendara yang melintas di sekitar Kantor Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara, Jalan Prof. H.M. Yamin, Kota Medan. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya jemput bola untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terkait pentingnya deteksi dini penyakit TBC.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Sumut mengajak masyarakat untuk tidak ragu memeriksakan diri apabila mengalami gejala TBC, seperti batuk yang tidak kunjung sembuh. Ia menegaskan bahwa deteksi dini merupakan kunci utama dalam mencegah penularan serta mempercepat proses penyembuhan.
Selain edukasi pencegahan, kegiatan ini juga bertujuan untuk menghapus stigma negatif terhadap penderita TBC. Dinkes Sumut menegaskan bahwa TBC bukanlah penyakit yang harus dikucilkan, melainkan penyakit yang dapat disembuhkan apabila pasien menjalani pengobatan secara rutin dan tuntas.
Dalam sosialisasi tersebut, Japirman Purba, Analis Kesehatan Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinkes Sumut, turut menyampaikan bahwa pemerintah telah menyediakan layanan pengobatan TBC secara gratis bagi seluruh masyarakat tanpa memandang status sosial dan ekonomi.
“Pemerintah berkomitmen untuk memberikan pengobatan penyakit TBC atau Tuberkulosis kepada masyarakat tanpa memandang status ekonomi dan sosial diberikan secara gratis,” jelasnya.
Kegiatan ini diawali dengan pengarahan oleh Kepala Dinas Kesehatan Sumut pada apel pagi di lingkungan Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara, sebelum dilanjutkan dengan aksi pembagian leaflet kepada masyarakat.
Melalui momentum Hari TBC Sedunia, Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mendukung program eliminasi TBC tahun 2030, yang telah menjadi salah satu prioritas nasional.
Masyarakat juga diimbau untuk aktif menyebarkan informasi yang benar mengenai TBC melalui berbagai saluran komunikasi, termasuk media sosial dan komunitas, guna mencegah penularan yang lebih luas.
Dengan semangat TOSS TBC (Temukan, Obati Sampai Sembuh), diharapkan kesadaran masyarakat semakin meningkat sehingga penanganan TBC di Sumatera Utara dapat berjalan lebih optimal dan angka penularan dapat ditekan secara signifikan.
