Medan, Senin (13/4) – Pemerintah Provinsi Sumatera Utara melalui Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara terus memperkuat sinergi dalam peningkatan kualitas pelayanan kesehatan, khususnya di bidang anestesiologi dan perawatan kritis. Hal ini diwujudkan melalui kehadiran dalam kegiatan 2nd Sumatera Anesthesiology Update (SA-Note) yang dirangkaikan dengan 3rd North Sumatera Conference on Emergency Anesthesia and Critical Care (NSCEACC) yang digelar di Hotel Aryaduta Medan pada 8-12 April 2026.
Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai tokoh penting di bidang pemerintahan dan kesehatan, di antaranya Pj Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara, Sulaiman Harahap, Ketua III PP PERDATIN Dr. dr. Bambang Pujo Semedi, Sp.An-TI, Subsp.TI (K), Wakil Dekan I Fakultas Kedokteran USU Dr. dr. Delyuzar, M.Ked (PA), Sp.PA (K), Ketua IDI Wilayah Sumatera Utara, Ketua PERDATIN Sumut dr. Andriamuri P. Lubis, Sp.An-TI, Subsp.TI (K), FISQua, serta para dokter spesialis anestesiologi dari berbagai wilayah di Sumatera.
Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara, dr. Silvy Agustina Hasibuan, Sp.KJ., M.K.M, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi regional dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan, khususnya pada layanan operasi, kegawatdaruratan, hingga perawatan intensif di ICU.
Ia menjelaskan bahwa meskipun sering bekerja di balik layar, dokter anestesiologi merupakan salah satu pilar utama dalam menjaga keselamatan pasien. Peran mereka sangat menentukan keberhasilan tindakan bedah maupun penanganan kondisi kritis, sehingga keberadaannya tidak tergantikan dalam praktik kedokteran modern.
Namun demikian, tantangan besar masih dihadapi Indonesia dalam pemerataan tenaga dokter anestesi. Saat ini, jumlah dokter spesialis anestesi di Indonesia tercatat sekitar 3.549 orang, dengan rasio hanya 0,2 dokter anestesi per 1.000 penduduk, sementara kebutuhan nasional diperkirakan mencapai ±9.000 dokter spesialis anestesi.
Pulau Sumatera sendiri yang terdiri dari 10 provinsi memiliki sekitar 900 rumah sakit, atau sekitar 25–30 persen dari total rumah sakit nasional. Sementara itu, di Provinsi Sumatera Utara sendiri, jumlah dokter spesialis anestesiologi saat ini baru mencapai 168 orang, yang masih perlu terus diperkuat untuk menjawab kebutuhan layanan kesehatan masyarakat.
Melalui penyelenggaraan 2nd SA-Note dan 3rd NSCEACC, diharapkan terbangun kolaborasi yang semakin solid antar tenaga medis, organisasi profesi, institusi pendidikan, dan pemerintah daerah dalam memperkuat layanan anestesiologi dan terapi intensif.
Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara menegaskan komitmennya untuk terus mendukung peningkatan kapasitas sumber daya manusia kesehatan serta memperkuat pelayanan kesehatan yang berkualitas, merata, dan berorientasi pada keselamatan pasien di seluruh kabupaten/kota di Sumatera Utara.
