Medan, Jumat (10/4) – Pemerintah Provinsi Sumatera Utara terus memperkuat upaya pemerataan pelayanan kesehatan hingga ke wilayah kepulauan. Salah satunya melalui audiensi kunjungan kerja delegasi SingHealth Duke-NUS Global Health Institute (SDGHI) dari Singapura bersama Universitas Sumatera Utara (USU) yang berlangsung di Ruang Wakil Gubernur Sumatera Utara.
Pertemuan ini dipimpin langsung oleh Wakil Gubernur Sumatera Utara, H. Surya, B.Sc, dan dihadiri oleh Asisten Pemerintahan Provinsi Sumatera Utara Basarin Yunus Tanjung, jajaran Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara, pimpinan USU, serta delegasi dari SingHealth Singapura.
Turut hadir dalam audiensi tersebut antara lain Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinkes Sumut dr. Silvy Agustina Hasibuan, Sp.KJ., M.K.M, Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan, Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi dan Kerja Sama USU Prof. Dr. Eng. Himsar Ambarita, Direktur Utama RS Prof. Chairuddin P. Lubis USU dr. Inke Nadia Diniyanti Lubis, serta jajaran pimpinan SingHealth seperti Prof. London Lucien Ooi, Dr. Kwa Chong Teck, Prof. Balram Chowbay, dan Wayan Tsain.
Agenda utama dalam pertemuan ini adalah penyampaian rencana strategis penguatan sistem kesehatan di Kabupaten Nias Utara serta permohonan dukungan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara terhadap langkah kolaboratif lintas sektor tersebut.
Wilayah Kepulauan Nias masih menghadapi berbagai tantangan dalam pelayanan kesehatan, mulai dari keterbatasan akses, kurangnya tenaga kesehatan spesialis, hingga kapasitas fasilitas pelayanan kesehatan yang masih perlu diperkuat. Oleh karena itu, dibutuhkan pendekatan yang terintegrasi, berbasis bukti, dan berkelanjutan.
Sebagai tindak lanjut, USU bersama SingHealth Duke-NUS Global Health Institute akan melaksanakan kunjungan lapangan ke Nias untuk melakukan feasibility study dan needs assessment. Langkah ini bertujuan untuk mengidentifikasi kebutuhan prioritas serta peluang pengembangan program capacity building dalam memperkuat sistem pelayanan kesehatan di wilayah tersebut.
Kunjungan tersebut juga akan mencakup observasi ke RSUD Tafaeri Kabupaten Nias Utara, yang saat ini tengah mengalami penguatan layanan rujukan setelah mendapat dukungan renovasi dari Kementerian Kesehatan RI, termasuk pengoperasian ruang operasi dan ICU.
Selain itu, dalam upaya meningkatkan jumlah dokter spesialis di daerah, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara juga mendorong perluasan kerja sama antara Fakultas Kedokteran USU dengan rumah sakit jejaring di daerah, seperti RSU Haji Medan, RSUD Drs. H. Amri Tambunan Deli Serdang, RSUD Dr. RM Djoelham Binjai, dan RSUD Sultan Sulaiman Serdang Bedagai.
Kolaborasi ini diharapkan mampu memperluas wahana pendidikan klinik bagi peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS), sehingga mereka memperoleh pengalaman praktik yang lebih komprehensif sekaligus memperkuat kapasitas rumah sakit daerah sebagai pusat pembelajaran dan pelayanan.
Saat ini, sejak Juli 2025, tercatat sudah ada 7 dokter asal Nias yang diterima dalam program PPDS Fakultas Kedokteran USU. Selain itu, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara juga telah menyediakan program beasiswa bagi ASN melalui 14 penerima Beasiswa BKD Pemprovsu untuk pendalaman ilmu kesehatan tropik.
Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara menegaskan bahwa kolaborasi ini menjadi langkah strategis dalam mewujudkan pemerataan tenaga dokter spesialis di seluruh kabupaten/kota, khususnya di wilayah kepulauan seperti Nias.
Melalui sinergi antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, rumah sakit, dan mitra internasional, Sumatera Utara optimistis dapat menghadirkan pelayanan kesehatan yang lebih merata, berkualitas, dan berkelanjutan bagi seluruh masyarakat.
