Jakarta Selatan, Kamis (12/3) – Upaya pemulihan fasilitas kesehatan pascabencana banjir dan tanah longsor yang melanda wilayah Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat pada November 2025 terus menjadi perhatian pemerintah pusat. Sebagai bagian dari langkah percepatan pemulihan, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menyalurkan bantuan ambulans dan alat kesehatan kepada fasilitas pelayanan kesehatan di daerah terdampak.
Penyerahan bantuan tersebut dilakukan secara simbolis oleh Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin bersama Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dalam sebuah acara yang digelar di Lapangan Upacara Kementerian Kesehatan RI, Jakarta Selatan, pada Kamis (12/3).
Dalam kegiatan tersebut, turut hadir perwakilan dari Provinsi Sumatera Utara, yakni Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara Muhammad Faisal, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tapanuli Tengah Lisnawati Panjaitan, serta Direktur UPTD RS Khusus Mata Provinsi Sumatera Utara dr. Nelly Fitriani bersama jajaran.
Secara keseluruhan, bantuan yang disalurkan berupa 31 unit ambulans yang didistribusikan kepada 31 fasilitas pelayanan kesehatan di 11 kabupaten/kota yang terdampak bencana. Bantuan tersebut merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah dengan sektor swasta, yang terdiri dari 20 unit ambulans dari PT Astra International Tbk, 10 unit dari PT Indomobil, serta 1 unit dari Yayasan Melco Bhakti Nusa.
Untuk Provinsi Sumatera Utara, bantuan yang diterima meliputi satu unit ambulans untuk RS Khusus Mata Provinsi Sumatera Utara di Kota Medan, satu unit ambulans untuk Puskesmas di Kabupaten Tapanuli Tengah, serta 34 unit alat kesehatan untuk Balai Pengamanan Alat dan Fasilitas Kesehatan (BPAFK) di Kota Medan.
Bantuan ini diharapkan dapat memperkuat layanan kesehatan di wilayah terdampak bencana, terutama dalam meningkatkan mobilitas tenaga medis, mempercepat proses evakuasi pasien, serta memastikan masyarakat mendapatkan akses pelayanan kesehatan yang cepat dan tepat.
Melalui sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan sektor swasta, proses pemulihan layanan kesehatan di daerah terdampak bencana diharapkan dapat berjalan lebih optimal sehingga pelayanan kepada masyarakat tetap terjaga.
