Medan, Kamis (3/9) – Pemerintah Provinsi Sumatera Utara bergerak cepat dalam memastikan penanganan kesehatan bagi warga terdampak erupsi Gunung Sinabung yang saat ini berada pada Level III (Siaga). Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution, bersama Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara, Muhammad Faisal Hasrimy, meninjau langsung Posko Pengungsian dan Posko Kesehatan di Jambur Desa Suka Tepu, Kecamatan Naman Teran, untuk memastikan seluruh layanan dasar dan fasilitas medis bagi warga terpenuhi secara optimal.
Langkah taktis ini diambil menyusul dampak erupsi yang memengaruhi tujuh wilayah kerja Puskesmas, meliputi Simpang Empat, Payung, Naman Teran, Merdeka, Berastagi, Korpri, dan Dolat Rayat. Guna mendukung kepastian hukum dan kelancaran penanganan di lapangan, Bupati Karo juga telah menetapkan SK Tanggap Darurat yang berlaku sejak 31 Agustus hingga 29 September 2026.
Optimalisasi Fasilitas Medis yang Steril dan Responsif
Dalam kunjungan tersebut, Gubernur Sumut menegaskan pentingnya pemenuhan kebutuhan dasar pengungsi, mulai dari fasilitas tempat tidur, pasokan air bersih, toilet, hingga ketersediaan makanan yang higienis. Hal ini komitmen pemerintah agar warga terdampak dapat tinggal dengan aman di pengungsian dan tidak kembali ke wilayah zona merah yang berbahaya.
Sejalan dengan arahan tersebut, Dinkes Sumut berkoordinasi dengan Koramil setempat untuk memindahkan Posko Kesehatan ke Gedung Kopdes yang terletak tepat di samping lokasi pengungsian. Langkah ini diambil untuk memastikan proses pemeriksaan medis berjalan di tempat yang lebih steril serta menjaga privasi pasien secara baik.
Kesiapsiagaan Logistik dan Personel Medis
Kepala Dinkes Sumut, Faisal menjelaskan bahwa pihaknya telah menyiagakan seluruh sumber daya kesehatan untuk menghadapi situasi darurat ini melalui beberapa langkah terukur:
Posko Kesehatan 24 Jam: Mengaktifkan Posko Utama di Koramil Simpang Empat dan posko di pengungsian dengan dukungan ambulans, obat-obatan, serta tenaga medis dari Puskesmas terdekat.
Mobilisasi Ambulans: Seluruh Kepala Puskesmas di wilayah terdampak telah menjadwalkan penyiagaan ambulans beserta SDM Kesehatan (SDMK) secara bergantian di posko pengungsian.
Pendistribusian Logistik: Menyalurkan bantuan total 19.750 lembar masker, 30 bungkus popok bayi (pampers newborn), serta bantuan obat-obatan darurat yang diserahkan langsung kepada Kepala Puskesmas Naman Teran.
Pengawasan Sanitasi Lingkungan: Berkolaborasi dengan Puskesmas Naman Teran untuk memantau sanitasi makanan pengungsi, pengelolaan sampah, serta kebersihan MCK.
Simulasi Layanan Darurat: Mengadakan simulasi pelayanan kesehatan bersama Tim Dinkes Karo dan Puskesmas Naman Teran guna menyamakan persepsi penanganan di lapangan.
Kondisi Kesehatan Warga Terpantau Stabil
Hingga saat ini, Dinkes Sumut melaporkan bahwa belum tercatat adanya peningkatan kasus penyakit di tujuh wilayah kerja Puskesmas yang terdampak erupsi. Manajemen mitigasi yang tertata membuat kondisi kesehatan masyarakat di pengungsian relatif aman dan terkendali.
Meskipun demikian, Dinkes Sumut tetap mengimbau masyarakat untuk selalu menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), mengenakan masker, serta mengurangi aktivitas di luar rumah. Pemerintah juga mengingatkan warga untuk mematuhi rekomendasi jarak aman, yaitu radius radial 3 km dari puncak dan sektoral 5 km ke arah selatan-timur, serta tetap waspada terhadap potensi ancaman lahar dingin di sepanjang bantaran sungai yang berhulu di Gunung Sinabung.

